Pages

01 November 2011

Budidaya Cacing Sutra

Habitat Cacing Sutra

Cacing ini hidup pada subtrat lumpur dengan kedalaman 0 – 4 cm dengan perincian dibagi menjadi kedalaman 2-4cm. Seperti hewan air lain bahwa air memegang peranan penting buat kelangsungan hidup cacing ini. Untuk parameter optimal cacing sutra bisa diperhatikan data berikut:
  • pH : 5,5 -8,0
  • Suhu : 25 – 28 C
  • DO(oksigen terlarut) : 2,5 – 7,0 ppm
  • Amoniak : <3,6 (kalau sampai lebih, cacing bisa mati)

Makanan Cacing Sutra

Karena cacing sutra termasuk makhluk hidup, tentunya cacing sutra tersebut juga butuh kaman. Makanannya adalah bahan organik yang bercampur dengan lumpur atau sedimen di dasar perairan. Cara makan cacing sutra adalah dengan cara menelan makanan bersama sedimennya dan karena cacing sutra mempunyai mekanisme yang dapat memisahkan sedimen dan makanan yang mereka butuhkan.

Persiapan Alat dan Bahan Budidaya

  1. Pemupukan
    berikut adalah cara membuat pupuk untuk cacing sutra, akan dijelaskan step by step berikut ini:
    • Pertama ente cari dah tuch yang mananya peternakan ayam. Ente beli yang namanya tokai ayam – kalau ane dapet dari peternakan di Fakultas peternakan IPB dan itu gratis trus ente jemur 6 jam.
    • Trus Ente cari bakteri yang buat fermentasi tuch Tokai namanya (EM4) ente coba aja cari di toko pertanian atau toko peternakan atau balai peternakan
    • Ente aktifin dulu tuch bakteri caranya ¼ sendok makan gula pasir + 4ml EM4 + dalam 300ml air trus ente diemin bentar aja 2 jam aja cukup
    • Trus ente campur cairan itu ke 10kg tokai yang dah di jemur tadi – inget ya ngaduknya harus rata
    • Trus masukin ke wadah yang ketutup rapet selama 5 hari baru ente guna’in
    Kalau anda mempunyai pertanyaan kenapa harus fermentasi, maka jawabannya adalah singkat kerena dengan fermetasi maka kandungan N-organik dan C-organik bakal naik sampai 2 kali lipat.
  2. Wadah
    Wadah atau tempat dipake berukuran 80 x 20 x 15 (PxLxT) dan anda bisa membuat wadah tersebut dari kolam, plastik, terpal, dll.
    Cara Kerja
    1. Persiapan Wadah
      Wadah diisi lumpur sebanyak 3 liter (3,7kg) beserta pupuk tokai 3 liter juga (3kg) diaduk-aduk sampai rata lalu disebar supaya tingginya mencapai 4 cm.
    2. Pemasukan Air
      Masukkan air sampai tingginya 2 cm dari subtrat lalu diamkan selama 10 hari dan biarkan bakteri yang bekerja tapi jangan lupa dengan yang namanya aerasi tambah lagi kalau bisa dibuatlah aliran air.
    3. Penebaran Cacing
      Setelah 10 hari tersebut, tebar cacing tersebut ke wadah yang sudah disediakan. Saran saya bagilah cacing menjadi gerombolan-gerombolan yang terpisah lalu disebar ke wadah.





    INI CARA LAINNYA :

    Cara budidaya cacing sutra yang benar. Ada beberapa yang harus anda perhatikan antara lain sebagai berikut.
    - Wadah budidaya dapat berupa parit beton atau wadah yang dilapisi plastik, lebar 0,5 meter.
    - Pakan caing sutra yaitu berupa campuran kotoran ayam segar 50% dan lumpur kolam 50%. Tinggi media 5 cm. Pemupukan ulang dilakukan dengan menambahkan kotoran ayam sebanyak 9% dari volume awal, dilakukan setiap minggu.
    - Media dialiri air irigasi, dengan debit air 900 ml/menit.
    - Benih cacing rambut ditebar sehari sesudah media kultur dialiri air, yaitu sebanyak 2 gram/ m2.
    - Panen cacing rambut dilakukan setelah budidaya berlangsung dua bulan dan berturut –turut setiap dua minggu.
    - Cara pemanenan cacing rambut yaitu menggunakan serokan dari terilin. Cacing rambut yang didapat dan masih bercampur dengan media budidaya dimasukkan kedalam ember atau bak yang diisi air, kira –kira 1 cm diatas media budidaya agar cacing rambut naik ke permukaan media budidaya. Ember ditutup hingga bagian dalam menjadi gelap dan dibiarkan selama enam jam. Setelah enam jam, cacing rambut yang menggerombol diatas media diambil dengan tangan.
    - Dengan cara ini didapat cacing rambut sebanyak 30 – 50 gram/m2 per dua minggu.
    - Untuk mendapatkan cacing rambut yang cukup dan berkesinambungan, panjang parit perlu dirancang sesuai dengan keperluan setiap harinya.


0 komentar:

Poskan Komentar