Pages

23 Juni 2010

DOA Mohon dimudahkan segala urusan

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
(QS. Al Baqarah, 2 : 286)

رَبَّنَا ءَاتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Robbanaa aatinaa minladunka rohmataw wahayya lanaa min amrinaa rosyada

“Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. (Q.S. Al-kahfi : 10)

Links:
[dO'a mOhOn dibeRi kemudahan]
http://doa-doa.blogspot.com/2005/09/doa-mohon-diberi-kemudahan.html

* Baik sekali dibaca oleh para pejuang muda yang menegakkan agama Allah agar mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan. Karena doa tersebut adalah doa yang dibaca pemuda Ashhab al-Kahfi

[dOa beRi kekuatan hadapi kesukaRan]
http://www.nuclearmalaysia.gov.my/puspanita/backup1/penawanita/sejahteraminda/Microsoft%20Word%20-%20Doa%20beri%20kekuatan%20hadapi%20kesukaran.pdf

* Doa adalah ibadat dan tanda pengabdian diri kepada Allah kerana memohon kepada-Nya membuktikan pengiktirafan bahawa hanya Allah yang Maha Berkuasa memenuhi segala hajat manusia.
* Doa juga boleh menjadi kekuatan seterusnya mendatangkan kemudahan kepada umat Islam untuk berhadapan dengan kesukaran seperti sabda Rasulullah SAW bermaksud: “Doa itu senjata orang mukmin.”
* Kita digalakkan meminta apa saja kepada Allah dengan bahasa yang mudah, namun perlu menunjukkan kesungguhan melalui usaha mencari ayat doa yang sesuai memenuhi kehendak hajat yang ingin disampaikan kepada-Nya.
* Sebaik-baik doa disertakan dengan kesungguhan serta keikhlasan orang yang mengucapkannya memastikan hajat dipinta dimakbulkan Allah.

[istidjRaj]
http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=7&id=248635&kat_id=105&kat_id1=232&kat_id2=235

* Berhati-hatilah saat keinginan kita dipenuhi, namun pada saat bersamaan kita banyak melakukan maksiat. Berhati-hatilah saat urusan kita dimudahkan Allah, saat kekayaan mudah kita dapatkan, di tempat kerja kita dipromosikan, penyakit seakan enggan menghampiri tubuh kita, dsb. Namun pada saat bersamaan kualitas ibadah kita semakin menurun, jarang ingat kepada Allah, jarang shalat berjamaah dan mulai berani melakukan maksiat. Boleh jadi, kemudahan yang kita dapatkan menjadi awal datangnya bencana. Itulah yang disebut istidjraj (menyungkun).
* Seseorang dikatakan sukses bila pengabulan doa dan kemudahan hidup yang ia dapatkan semakin mendekatkan dirinya dengan Allah dan membuatnya semakin rendah hati. Kesulitan hidup yang membuat dekat dengan Allah, jauh lebih tinggi nilainya daripada pengabulan doa dan kemudahan yang membuat diri menjadi sombong.

[sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan]
http://sumeleh.wordpress.com/2007/02/22/sesungguhnya-setelah-kesulitan-ada-kemudahan/

* Allah berfirman :” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan atau keputusan kepada kita dari sisiNya. Kata ‘Asa (mudah-mudahan), dalam kamus Allah itu merupakan suatu kepastian, bukan seperti mudah-mudahan dalam bahasa lisan makhluk, yang tak pasti.
* Allah berfirman : ” ‘Asaa antakrahuu syaiaan,wahuwa khairullakum “. Bisa jadi sesuatu yang kamu benci itu,malah disebalik itu ia baik untukmu. Begitupun sebaliknya,.” Bisa jadi suatu yang sangat kamu cintai, ia tak baik dan menjadi mudharat untukmu juga “.

[dOa ORang yang mempunyai masalah sulit]
http://aminari.wordpress.com/2007/05/20/doa-orang-yang-mempunyai-masalah-sulit/

[peRbanyakkan dOa kukuhkan hubungan dengan Allah]
http://www.brunet.bn/news/pelita/17jan/khutbah.htm

* Sesungguhnya berzikir dan beribadat kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan memohon rahmat dan perlindungan-Nya adalah salah satu jalan atau usaha ke arah mendekatkan diri kepada-Nya serta tanda meningkatnya taqwa dan keimanan kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Dengan sentiasa berdoa ianya membuktikan bahawa kita ini adalah makhluk yang lemah, hina tiada daya serta sentiasa mengharapkan pertolongan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Di samping itu kita akan sentiasa berada di sisi Allah Subhanahu Wata’ala dengan memperolehi rahmat dan keredaan-Nya, dimudahkan dalam segala pekerjaan dan urusan serta dijauhkan dari bala dan bencana.
* Banyak orang berdoa, tetapi pada masa yang sama secara sedar atau tidak ada di antaranya yang masih melakukan perkara-perkara yang menjadi penyebab kepada doanya ditolak dan tidak diterima Allah Subhanahu Wata’ala.
* Yang menjadi punca atau sebab doa tidak diterima: [1] mengabaikan perintah Allah Subhanahu Wata’ala dan larangan-Nya, [2] Tidak memelihara makan, minum dan pakaian sama ada ianya berpunca daripada yang halal ataupun daripada sumber yang tidak halal, [3] Mengabaikan tanggungjawab mengajak manusia berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran (amar makruf nahi mungkar), [4] Tidak bertaubat dan memohon keampunan terhadap dosa-dosa yang telah dilakukan, [5] Cepat berputus asa dan mudah menyangka doa tidak dimakbulkan akibat tidak sabar menghadapi ujian dari Allah Subhanahu Wata’ala, [6] Tidak bersungguh-sungguh semasa berdoa, hati lalai dan tidak yakin akan dimakbulkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala.

[langkah-langkah untuk menang]
http://www.almanhaj.or.id/content/1566/slash/0

* Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” [Asy-Syura : 30]
* Faktor-faktor menang melawan musuh: [1] TAUHID, IMAN SHALIH, [2] SIAPA YANG MENOLONG AGAMA ALLAH, NISCAYA ALLAH AKAN MENOLONGNYA, [3] SABAR DAN TAQWA, [4] SETIAP ORANG YANG TERANIAYA [DIZALIMI] MENDAPAT JANJI PERTOLONGAN DARI ALLAH, APALAGI JIKA IA SEORANG MUKMIN YANG BERTAQWA, [5] MENGIKUTI AGAMA SECARA BENAR, [6] PERSELISIHAN ADALAH SEBAB KEGENTARAN DAN KEKALAHAN, [7] MELAKUKAN PERSIAPAN UNTUK BEPERANG.

[agaR dimudahkan melunasi hutang]
http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=417

[nasehat dalam menghadapi musibah ; gempa bumi dan bencana alam]
http://www.almanhaj.or.id/content/2045/slash/0

* musibah-musibah yang terjadi pada masa-masa ini di beberapa tempat termasuk ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan yang digunakan untuk menakut-nakuti para hambaNya. Semua yang terjadi di alam ini, (yakni) berupa gempa, longsor, banjir dan peritiwa lain yang menimbulkan bahaya bagi para hamba serta menimbulkan berbagai macam penderitaan, disebabkan oleh perbuatan syirik dan maksiat. Maka wajib bagi setiap kaum Muslimin yang mukallaf dan yang lainnya, agar bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla, konsisten diatas diin (agama)Nya, serta waspada terhadap semua yang dilarang.
* Disunnahkan juga menyayangi fakir miskin dan bershadaqah kepada mereka.

[janji Allah bagi ORang yang akan menikah]
http://www.perpustakaan-islam.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=114

* Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah.
* Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah pernikahan ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga.
* Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah.
* Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll. Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir, pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll.
* Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain.
* Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar
* Harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
* Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah.

0 komentar:

Poskan Komentar